Headline

Terobosan Jokowi, (KJS) Sakit Jantung Dapat Santunan Sampai 100 Juta

Terobosan Gubernur yang satu ini patut Kita Acungi Jempol, walaupun belum sempurna disana sini namun konsen dan perhatian akan kesehatan warga penduduk Jakarta mendapatkan perhatian penuh dari Beliau. Berikut kutipan berita dari merdeka.com tentang Public Hearing dengan Warga soal pelaksanaan KJS (kartu Jakarta Sehat)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar dengar pendapat mengenai program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Dalam audiensi dengan masyarakat, pria yang akrab disapa Jokowi ini mendengarkan seluruh keluhan warga mengenai KJS.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam, warga DKI mengeluhkan pelayanan yang diberikan kepada pemilik kartu KJS. Mulai dari besaran bantuan yang kecil, hingga dipaksa menunggu selama beberapa hari.

“Tolong pak, kami sudah punya KJS tapi masih saja ditolak RS karena alasan kamar penuh, bahkan kita harus menunggu sampai 3 hari,” keluh Arman di Bale Agung, Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

“Saya sakit jantung, berobat sampai Rp 200 juta, tapi dibantu cuma Rp 100 juta,” sahut warga lainnya.

“Saya harus nunggu tiga minggu di Rumah Sakit Suroto. Sampai hari keempat, disentuh dokter aja tidak,” sambut warga lainnya.

Pertemuan yang dilakukan dengan sekelompok warga pemegang KJS sempat berlangsung ricuh. Sebab, warga berebutan untuk mengeluarkan aspirasinya kepada Jokowi.

Selain keluhan, warga juga menemukan adanya penyalahgunaan kartu identitas palsu demi mendapatkan KJS. Bahkan sempat terpasang spanduk bertuliskan ‘Dukung KJS Sampai Mati’ sebelum diturunkan paksa oleh petugas.

“Banyak juga KTP palsu yang beredar di kelurahan demi mendapatkan KJS,” ungkap seorang warga yang mengaku dari LSM itu.

Mendengar keluhan warga, Jokowi mengaku masih ada sejumlah kekurangan dari program yang diusulkannya. Namun, keberadaannya sangat diperlukan bagi sekelompok warga miskin. “Sudah banyak yang kita lakukan di lapangan, ini program akan kita lakukan pembenahan, kita juga tidak akan pakai sistem asuransi, nanti akan dipungut biaya. Ini semua perlu waktu,” jelas Jokowi.

Jokowi mengaku sudah melakukan pengecekan di sejumlah rumah sakit untuk memantau langsung pelaksanaan KJS. Dari hasil pantauannya, ditemukan antrean panjang dan kamar penuh dengan pasien.

“Kita nggak bisa bangun RS satu dua bulan, kita juga akan tambah tenaga medis, dokter. Kita juga tidak mau salahin dokter. Sudah mati-matian kerja, capek masih disemprot,” pungkasnya.

Related posts:

What Next?

Related Articles