Headline

OverInsured dan UnderInsured dalam Polis Asuransi Property

cari-asuransi.com – Jakarta, Dalam polis asuransi property, penentuan harga pertanggungan harus diperhatikan di awal pengajuan polis. Nilai pertanggungan property yang di asuransikan harus menunjukkan nilai penuh (tidak lebih kecil) dari harga sebenarnya atau harga pasar saat berlakunya asuransi serta periode asuransi tersebut.

Ada 2 kondisi yang tidak disarankan kepada Nasabah dimana kondisi tersebut akan menimbulkan kerugian pada saat klaim yaitu underinsured dan overinsured. Serta ada beberapa tips mengenai penentuan harga pertanggungan yang dapat di ikuti oleh nasabah agar tidak terjadi underinsured dan overinsured.

Yang di maksud dengan pertanggungan di bawah harga/underinsured adalah kondisi pertanggungan lebih rendah/di bawah harga sebenarnya.

sedangkan Overinsured adalah kondisi dimana harga pertanggungan lebih tinggi /di atas harga sebenarnya, kedua kondisi ini sangat tidak di sarankan bagi nasabah terutama saat terjadi klaim.

Contoh :

Harga pertanggungan sebenarnya = Rp. 1.000.000.000,-

Harga pertanggungan di asuransikan  = Rp 750.000.000,-

Kondisi ini  disebut underinsured

Apabila terjadi kerugian maka perhitungan penggantian akan berlaku sbb :

Nilai kerugian = Rp. 100.000.000,-

Maka akan di ganti oleh pihak asuransi sebesar

750.000.000    x  Rp.100.000.000,- = Rp 75.000.000,-

1.000.000.000

Ada selisih Rp 25.000.000,- yang tidak dapat di ganti oleh asuransi karena underinsured

Sementara jika terjadi overinsured yang terjadi adalah pembayaran premi berlebih akan sia – sia karena asurasi membatasi pembayaran klaim sebesar maksimal nilai harga pasar sebenarnya pada saat terjadi kerugian

Tips menentukan harga pertanggungan

  1. Gunakan harga sebenarnya untuk nilai pertanggungan. Harga pertanggungan tidak memperhitungkan nilai komersila lokasi property, keunikan dan nilai tanah
  2. Gunakan jasa appraisal property untuk menentukan harga pertanggungan
  3. Anda dapat mengajukan harga pertanggungan atas dasar biaya pemulihan baru dari harta benda yang hendak di asuransikan dengan ketentuan khusus

Pastikan tidak terjadi overinsured maupun underinsured,  bila terjadi underinsured akan mengurangi penggantian klaim namun bila terjadi overinsured tidak akan memperbesar nilai penggantian klaim.

 

 

 

Related posts:

What Next?

Related Articles